Fashion

Technology

Entertainment

Recent Posts

Nasehat Moh Limo Walisongo yang Sudah Mulai di Lupakan Oleh Masyarakat Indonesia



Nasehat Moh Limo - sebagai salah satu walisongo yang berdakwah di jawa, Raden rahmat menyebarkan agama islam dengan cara yang bisa di terima oleh masyarakat, halus serta tidak ada paksaan. memberi teladan yang baik yaitu akhlak yang mulia kepada masyarakat yang di dakwah inya. melakukan kebaikan dan menghindarkan dari kamksiatan yang telah Allah larang. di antaranya adalah 5 larangan yang bersumber dari al-quran dan hadist, 5 larangan tersebut di kenal dengan istilah moh limo, moh limo artinya menolak atau tidak melakukan 5, lima yang di maksud adalah 5 larangan dalam islam.

Mohlimo atau molimo Sunan Ampel dalam bahasa Jawa yang artinya adalah Moh (tidak mau), limo (lima) tidak melakukan 5 hal perbuatan dosa yang dilarang Allah Swt. Konsep 5 larangan beliau sangat cocok dipakai untuk puluhan tahun yang akan datang, bahkan ratusan tahun. Karena dakwah tak lain adalah ajakan kepada kebenaran. Kebenaran yang dimaksud tidak hanya pada batasan nilai-nilai agama secara simbolis, misalnya anjuran untuk segera bertaubat dengan shalat taubat bagi pelaku dosa besar.

Harta, tahta, wanita menjadi tujuan utama bagi para pecinta dunia. Di luar itu, mereka anggap tak berguna. Nafsu liar, keserakahan, iri hati, telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang minim pengetahuan agamanya. Manusia seakan-akan dibutakan oleh materi keduniawian dan semakin menjauh dari nilai moral dan akhlak Islam. Dengan demikian, secara perlahan orang tersebut pun akan sangat mudah melakukan hal-hal buruk yang mendatangkan dosa dan malapetaka di kemudian hari.

Arti molimo Sunan Ampel adalah 5 perbuatan maksiat yang menawarkan kelezatan dan kesenangan, tapi tak akan memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Bahkan hanya akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia itu sendiri. Itulah yang memang ada dan akan selalu diperangi keberadaanya. Rela melakukan cara apapun demi menambah dan menambah lagi jumlah hartanya, termasuk dengan berbuat kejahatan. Begitu mudahnya mengesampingkan kebaikan demi keburukan yang sejatinya malah akan menghancurkan masa depan.

Krisis moral bisa disebabkan oleh beberapa kondisi seperti lemahnya iman, kurangnya perhatian kepada pendidikan agama, maka akhlak pun akan rusak. Selain itu, pengaruh teman yang buruk dan lingkungan sekitar juga mempengaruhi, bila tak memiliki adab yang baik, maka seseorang tersebut tidak akan berbeda dengan lingkungan dimana ia dibesarkan. Lingkungan bagi setiap orang seperti induknya sendiri, seseorang hanya akan mengikuti dari apa yang dialami dan dilihat.

Melanggar larangan Allah Swt tidak akan terjadi jika iman selalu terjaga. Di dalam hidup setiap orang memiliki tujuan hidup. Ada sebuah mimpi yang harus dimiliki setiap orang tentunya. Dari mimpi itu dapat mewujudkan sebuah cita-cita dan pikiran positif untuk mewujudkan mimpi itulah yang harus dibangun sebagai bekal kehidupan abadi setelah mati. Berikut adalah Arti molimo Sunan Ampel:

1. Mo Mabok
Molimo yang pertama adalah mo mabok. Artinya adalah tidak mau minum minuman keras, khamr dan sejenisnya.

2. Mo Main
Molimo yang kedua adalah mo main. Artinya adalah tidak mau main judi, togel, taruhan dan sejenisnya.

3. Mo Madon
Molimo yang ketiga adalah mo madon. Artinya adalah tidak mau berbuat zina, seks bebas, lesbian, gay dan sejenisnya.

4. Mo Madat
Molimo yang keempat adalah mo madat. Artinya adalah: tidak mau memakai narkoba dan sejenisnya.

5. Mo Maling
Molimo yang terakhir adalah mo maling. Artinya adalah: tidak mau mencuri, menipu, korupsi, merampok dan sejenisnya.

via: www.mohlimo.com

Burkini, Sesuaikah Dengan Cara Berpakaian Islam?

via voa-islam.com
Masih tentang pelarangan memakai Burkini di Perancis. Di tengah maraknya penolakan terhadap pelarangan tersebut karena semakin menunjukkan phobianya terhadap Islam, ada netizen yang bernama Abdul Azeez Michael yang bersuara anti mainstream.

dikutip via voa-islam.com “Perancis melarang Burkini. Banyak muslimah yang ditangkap dan didenda di tempat. Protes-protes pun berdatangan menolak pelarangan ini. Anehnya, ketika umat Islam dibantai dimana-mana, suara protes mereka tidak seheboh ini. Padahal masalah Burkini ini sama sekali bukan bagian dari Islam. Tapi lihatlah kita semua protes dan marah hanya karena sepotong pakaian hasil inovasi dengan tujuan agar umat Islam bisa membaur dan diterima oleh masyarakat. Memangnya Burkini memunyai kedudukan penting dalam Islam?”

Meskipun tanpa Burkini, muslimah juga baik-baik saja. Tanpa memakai Burkini, muslimah juga tidak berdosa. Bahkan hal sebaliknya yang seharusnya dijadikan renungan. Memakai Burkini apakah tidak malah bertentangan dengan aturan syar’i berbusana di dalam Islam?

Ada hikmahnya dalam pelarangan ini. Muslimah tidak perlu resah hanya karena tidak bisa berburkini di pantai. Bumi Allah luas. Bila ingin piknik atau bersantai, tempat lain bisa menjadi alternatif. Biarlah pemerintah Perancis atau mungkin negara lainnya melakukan pelarangan Burkini. Bisa jadi ini adalah momen umat Islam untuk introspeksi diri.

Bayangkan ketika piknik di pantai yang isinya penuh dengan perempuan berbikini dan laki-laki yang cuma memakai celana dalam. Aurat diumbar dimana-mana. Meskipun taruhlah umat Islam bisa berburkini, namun apa bisa mata tidak mendulang dosa dengan melihat aurat dimana-mana?

Bagaimanapun, semoga Allah memberi kekuatan kepada umat Islam dimana pun mereka berada. Berbaur dengan masyarakat dan ingin diterima, tidak harus memaksakan diri untuk mengadopsi apa yang menjadi kebiasaan mereka. Cukuplah syariat Allah yang menjadi standar kita dalam berbuat, selebihnya tampilkan akhlak Islam sebagai pemikat

Semoga Allah Selalu Memberikan Kita Rahmat.

Inilah 4 Waktu yang Disunnahkan Sujud Syukur

Sujud Syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapatkan nikmat, seperti lahirnya seorang bayi dan mendapatkan harta atau terhindar dari suatu bencana, seperti selamat dari tenggelam dan dari reruntuhan. Hukum sujud syukur adalah sunat berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakroh ;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرُ سُرُورٍ - أَوْ: بُشِّرَ بِهِ - خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ

“Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila datang kepadanya suatu perkara yang menyenangkan, beliau langsung bersungkur bersujud” 

Begitu juga disunatkan mengerjakan sujud syukur saat seseorang melihat orang yang sedang mendapat cobaan yang berat, seperti orang yang menderita penyakit kronis Dianjurkan pula melakukan sujud syukur ketika melihat orang yang melakukan kemaksiatan, sebab musibah dalam agama itu lebih pedih dari musibah dunia.Imam Hakim dan Imam Baihaqi meriwayatkan ;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصَرَ رَجُلًا بِهِ زِمَانَةٌ فَسَجَدَ

“Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melihat seorang lelaki yang menderita zamanah (penyakit kronis atau cacat), beliau bersungkur bersujud” 

WAKTU PELAKSANAAN SUJUD SYUKUR

Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa waktu pelaksanaan sujud syukur itu tidak tertentu, asal tidak dikerjakan saat sholat. Apabila dikerjakan saat sholat, maka sholatnya batal. Secara rinci sujud syukur dilakukan pada saat dibawah ini :

1. Mendapatkan kenikmatan, baik baginya, atau anaknya, atau orang mukmin secara keseluruhan. 

Contoh ; Lahirnya anak, mendapatkan hadiah, jabatan baru, datangnya orang yang lama dinanti, sembuh dari penyakit, dll.

2.  Terhindar dari mara bahaya atau musibah, 

seperti ; Selamat dari kebakaran, tenggelam atau mendapatkan pertolongan dari aniaya musuh. 

3. Melihat orang yang terkena cobaan maupun musibah secara fisik atau mental.

4. Melihat orang melakukan kemaksiatan secara terang-terangan meskipun bukan dosa besar.


Adapun tujuan dari dianjurkannya melakukan sujud syukur adalah sebagai wujud rasa syukur atas ni'mat yang diberikan Alloh, baik nikmat jasmani atau rohani. Sedangakn tujuan disunnahkannya sujud ketika melihat orang yang terkena cobaan atau melakukan maksiat adalah sebagai bentuk rasa syukur terhadap Alloh yang telah mentakdirkannya tidak melakukan maksiat seperti yang dia lihat yang merupakan suatu musibah besar dalam agama, dan madlorotnya atau petakanya lebih besar. Sujud disini sunnah diperlihatkan pada pelaku maksiat tersebut, dengan harapan agar pelaku tersebut tersentuh nuraninya sehingga mau bertaubat.

Wajib Ditiru ! Etika Dagang Bisnis Sukses Ala Rasulullah

Cara tips kiat agar bisnis dan berdagang menjadi sukses dan berhasil maka tirulah akhlak dagang bisnis Rasulullah SAW. Buku sejarah mengatakan Muhammad muda adalah pedagang jujur dan sukses jauh sebelum jadi nabi. Ini kuncinya.

Maka dari itu, sesuai tradisi Arab yang berpatokan pada hukum "percaya setelah muamalah", orang Arab begitu percaya kepada beliau karena kejujuran dalam berdagang. Kata Kuncinya adalah, sekali lagi, "percaya setelah muamalah" atau percaya setelah melakukan transaksi dagang/uang.

Dagang adalah satu diantara tegaknya agama dan dunia. Nasr bin Yahya berkata, Telah sampai kepada kami sebagian nasihat para ahli ilmu, “Tak akan tegak agama dan dunia, kecuali dengan empat perkara : ulama, umara (pemimpin), prajurit, dan pengusaha (Dagang).”



Adab Akhlak Dagang Bisnis Sukses Rasulullah

Kesuksesan Bisnis Rasulullah


Ajaran Islam sangat memotivasi seseorang untuk bekerja atau berusaha dan menentang keras untuk meminta-minta (mengemis) kepada orang lain. Islam tidak membolehkan kaum penganggur dan pemalas menerima shadaqah tetapi orang tersebut harus didorong agar mau bekerja dan mencari rezeki yang halal.


BACA JUGA:




Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,
"Bila seseorang meminta-minta harta kepada orang lain untuk mengumpulkannya, sesungguhnya dia mengemis bara api. Sebaiknya ia mengumpulkan harta sendiri."
(H.R. Muslim).

Selain itu, Islam juga sangat menghargai orang-orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah mencium tangan sahabat Saad bin Muadz Al-Anshari yang gosong tersengat matahari, kering kerontang dan kasar. 

Sahabat yang lain pun bertanya, kenapa baginda Rasulullah SAW melakukan hal itu. Rasulullah SAW pun menjelaskan bahwa tangan itu tidak akan disentuh oleh api neraka, tangan itu adalah tangan yang dicintai Allah Swt dan Rasulnya karena tangan itu digunakan untuk bekerja keras menghidupi keluarganya.

Sebagai calon seorang Rasul, beliau telah menunjukkan keluhuran akhlak sejak usia belia dan ini beliau terapkan dalam bisnis. Sifat kejujuran yang terlihat dari kepribadian beliau membuat masyarakat percaya terhadapnya. 

Bahkan An-Nashr bin Al-Harits musuhnya pernah menyaksikan dan dan mengakui kejujuran beliau dengan berkata “semasa dia muda kami suka kepadanya lantaran dia jujur, paling lurus perkataannya dan paling setia memegang janji. Oleh karena itu, penduduk Makkah memberi gelar untuknya dengan gelar Al-Amin.

Berkaitan dengan keluhuran akhlak Rasulullah, Muhammad Syafi’i Antonio dalam bukunya berjudul “Teladan Bisnis Rasulullah” berkata bahwa Rasulullah Saw telah memberikan contoh pola bisnis yang luhur. Beliau mencontohkan bahwa kepercayaan (trust) adalah modal yang paling berharga dalam usaha. Dengan modal kepercayaan inilah Rasulullah membangun kesuksesan bisnisnya.

Kepercayaan ini beliau peroleh karena keluhuran akhlaknya. Salah satunya adalah kejujuran beliau dalam berdagang. Berbicara mengenai kejujuran yang dipraktekkan Rasulullah dapat kita lihat sewaktu beliau menjualkan barang dagangan Khadijah, barang-barang yang dijualnya amblas terjual. 

Dan, ternyata salah satu kuncinya adalah kejujuran. Pada waktu itu berdagang dengan kejujuran dan keterbukaan sangat langka didapat. Dan Rasulullah memulai dengan caranya sendiri. Walhasil, dengan kejujuran itu banyak yang suka membeli barang dagangannya.

Berikut beberapa contoh keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam berdagang dan berbisnis seperti informasi yang dilansir dari Islampos antara lain adalah sebagai berikut :

Jujur

Menjaga kejujuran akan memberikan keberkahan dalam usaha bisnis dan berdagang itu sendiri. Jujur adalah mata uang yang berharga dan berlaku dimana-mana. Begitulah menurut kata bijak yang sering kita dengar. 

Kejujuran didalam berdagang akan memberikan keberkahan kepada penjual dan pembeli. Kejujuran adalah akhlak para nabi dan rasul. Semoga kita dimudahkan untuk senantiasa jujur.

“Penjual dan pembeli boleh meneruskan/memutuskan transaksi selama belum berpisah. Jika keduanya jujur, keduanya akan diberkahi. Namun, jika keduanya berdusta dan saling tertutup., hilanglah berkah jual beli keduanya.” (Muttafaq “alaihi).

Jangan Menipu Dan Curang

Menipu didalam perdagangan akan merugikan konsumen pembeli dan juga akan mampu menghilangkan tingkat kepercayaan konsumen kepada penjual. Semoga Allah jauhkan dari sifat ini.

Jangan Mengurangi Takaran

Marilah kita renungkan sejenak betapa keuntungan yang tidak seberapa dan kita berlaku curang itu tidak sebanding dengan beratnya hukuman yang kita terima di akhirat kelak. Oleh karenanya takarlah sesuai takaran, dan takarlah dengan baik serta janganlah mengurangi takaran.

“Celaka bagi orang-orang yang mengurangi takaran.” (QS. Al-Muthaffifin : 1)
Jangan Mendekati Riba

Teriring doa, semoga keluarga kita dijauhkan oleh Allah dari riba baik dalam praktiknya maupun debu ribanya. Riba itu dosanya lebih berat dari pada 36 kali berzina dan bisa menghilangkan indahnya keberkahan.

“Satu dirham hasil riba yang dimakan seseorang, padahal ia tahu lebih berat dosanya dari pada 36 kali berzina.” (HR. Ahmad)

Bersikap Terbuka Dan Toleransi

Sikap keterbukaan dan toleransi didalam perdagangan adalah sikap yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang dari Allah. Semoga kita bisa meraihnya.

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang bersikap penuh toleransi ketika menjual, membeli, dan menagih hutang.” (HR. Bukhari)

Menjauhkan Diri Keluarga Dari Harta Haram

Teriring doa, semoga keluarga kita dijauhkan dari harta yang haram, dimudahkan dalam menjemput rejeki harta yang halal, dan dimudahkan didalam menginfakkan harta yang halal tersebut serta senantiasa diliputi oleh keberkahan dari harta yang halal.

Seorang Wanita Memberi Kode Untuk Segera Dinikahi, Bolehkah?

Di dalam agama Islam, Wanita sebagaimana pria punya hak untuk menyatakan keinginan untuk dinikahi, wanita yang sudah siap tentunya sudah ingin berumah tangga agar dan memulai hidup baru, namun sering kali banyak kejadian bahwa si ikhwan nya kurang peka atau pergerakannya lamabatm untuk itu Wanita bisa memberi kode untuk segera di nikahi. Setidaknya ada 3 cara bagi wanita untuk menyatakan keinginannya :



1. kalau kamu berani, langsung terus terang minta dinikahi. 

Dahulu ada di zaman Nabi, seorang wanita yang langsung menawarkan diri kepada Rasulullah (untuk dinikahi) (HR Bukhari) dalam riwayat Imam Malik, wanita itu berkata kepada Rasulullah “aku menawarkan diriku kepadamu” (HR Malik)

2. Kalau tidak berani mengungkapkan, Minta keluargamu ketemu si dia. 

Umar ibnul Khaththab Ketika putrinya Hafshah menjanda karena suaminya meninggal, segera mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan & Abu Bakar untuk menawarkan putrinya” (HR. Al-Bukhari)

3. Kalau segan lewat keluarga, bisa lewat teman atau perantara. 

Khadijah mempunyai keinginan kepada Rasulullah. Lalu Khadijah mencurahkan perasaannya tersebut kepada sahabatnya yang bernama Nafisah binti Muniyyah, dan Nafisah pun segera pergi kepada Rasulullah membeberkan niatan Khadijah tersebut, dan menganjurkan Rasulullah untuk menikahinya.” (Sirah Nabawiyah)

Namun walaupun sudah ada 3 cara tersebut, masih ada saja Akhwat yang belum bisa menyatakan keinginan, mungkin karena malu, atau karena tidak ada yang bisa dijadikan perantara. Maka pertanyaannya, bolehkah akhwat memberi kode kepada Ikhwan ?

Jawabannya, boleh, asalkan niatnya untuk ngajak nikah, atau minimal ngajak ta’aruf. 

Mari simak beberapa dalil berikut :

“Tiga perkara yang walaupun bercanda tapi dianggapnya serius : 
(mengajak) nikah, 
(mengajak) cerai 
(mengajak) rujuk”

(HR Abu Dawud)

Ini dalil bahwa bercandaan ngajak nikah sudah dianggap sebagai LAMARAN. maka sebuah kode berarti nyerempet-nyerempet lamaran

Dahulu ada di zaman Nabi, seorang wanita yang langsung menawarkan diri kepada Rasulullah untuk dijadikan istrinya (HR Bukhari). dalam riwayat Imam Malik, wanita itu berkata kepada Rasulullah “aku menawarkan diriku kepadamu” (HR Malik)

Jika mengatakan langsung saja boleh, maka kode ngajak nikah juga boleh

Tdak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.

” Para Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Bagaimana izinnya seorang gadis?” “Izinnya dengan ia diam,” jawab beliau. (HR. Al-Bukhari)

Jika wanita diam saja saat dilamar, maka itu kode bahwa lamaran diterima. Wanita dalam banyak hal memang tidak suka terus terang, tapi pakai kode

Abu Thalhah melamar Ummu Sulaim dengan tawaran mahar yang tinggi. lalu Ummu Sulaim menjawab “Demi Allah, orang seperti kamu tidak layak ditolak, Cuma sayangnya kamu orang kafir, cukuplah maharmu dengan kamu masuk Islam (HR. An-Nasa’i)

dalam riwayat ini Ummu sulaim memuji abu Thalhah “Demi Allah, orang seperti kamu tidak layak ditolak”. Biasanya, perkataan semacam ini adalah kode dari wanita yang berarti “kamu tuh ganteng/tajir, siapa sih perempuan yang gak mau ? aku aja mau”.

dari riwayat ini, banyak yang berpendapat bahwa dalam urusan lamar-melamar, boleh wanita memuji si lelaki, dengan tujuan memotivasi si lelaki supaya dia bersemangat untuk mendapatkan si Wanita. Dalam riwayat di atas, Abu Thalhah akhirnya mau memberikan Mahar berupa masuk Islam

BACA JUGA:

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Perempuan Muslimah dalam Memilih Calon Suami


SYARAT BOLEHNYA NGODE

1. Bertujuan mengajak si Ikhwan Nikah (minimal ngajak Ta’aruf)
2. Tidak ditujukan untuk pacaran atau modus-modusan
3. Jangan sambil Chatingan ! Atau kalau terpaksa, sekali aja chatnya, untuk mengatakan itu. Kalo dia berminat denganmu suruh langsung lamar atau minimal Ta’aruf syar’i
4. Kalimatnya jelas tertuju kepadanya, jangan yang menimbulkan banyak Tafsiran. contoh kalimat yang mengandung banyak penafsiran :

A : Akhi, saya belum nikah, bisa bantu cari calon gak ?
I : owh, bisa ukhti, teman saya ada tuh yang siap
A : duh ! (dalam hati)

5. Boleh ngodein berkali-kali, karena konon katanya lelaki itu kurang peka
6. Jangan ada kata-kata GENIT atau merangsang Syahwat
7. Boleh memuji si Ikhwan agar si Ikhwan timbul semangat nikahin kamu, seperti ucapan Ummu Sulaim yang memuji Abu Thalhah : “Demi Allah, orang seperti kamu tidak layak ditolak”

BERIKUT CONTOH-CONTOH KALIMAT KODE :
• “Akhi, sudah nikah ? di luar sana Akhwat ngantri loh !”
• “Kapan nikah Akh ? gak kasian apa tiap hari akhwat-akhwat nungguin kamu ?”
• “Orang seperti Akhi sayang kalau ditolak” (seperti ucapan Ummu Sulaim)
• “Beruntungnya wanita yang memilikimu akhi”
• “Akh, punya biodata Ta’aruf gak ?
• “Haruskah Akhwat yang melamarmu akhi ?”
• “Gak peka” (tulis di komentar jika dia menulis status tentang nikah)
• “Akhi, kapan mau main-main ke rumah bapak ?”
• “Duh senangnya kalo punya anak seorang hafidz, akhi belum ada minat ke sana ?”
• “Jangan bilang gak ada yang mau akhi, banyak pilihan kok, pilihlah salah satu”
• “Temen-temen kita udah pada nikah, kayaknya tinggal kita yang belum deh akh”
• “Kalau misalnya ada wanita seperti Khadijah, kira-kira gimana pendapatmu akh ?”
• “Bukan hanya wanita saja yang bisa menjadi fitnah akh, antum juga bisa menjadi fitnah bagi kami” (sok-sokan pake gaya ustadzah gitu)
• “Akh, sholat malam sendirian terus, emang gak mau ada makmum apa ?”
• “Puasa buka sendiri, sahur sendiri, antum kok betah banget ya ? gak mau ada yang masakin apa ?”
• “Akh, KUA buka tuh. ntar ada yang nyeret-nyeret lho ?” :v

PERINGATAN :
ISYARAT/KODE NGAJAK NIKAH ITU HANYA UNTUK AKHWAT. KALO IKHWAN, NGOMONG LANGSUNG LAH !!

AYO, IKHWAN ITU KADANG HARUS DISERET !!

ARTIKEL LAINNYA:

6 Persiapan Pra Nikah Bagi Muslimah yang Harus Diketahui

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Perempuan Muslimah dalam Memilih Calon Suami

Sebagai seorang wanita muslimah tentu berharap akan mendapatkan pendamping hidup yang bisa menjadi Imam dalam berumah tangga yang bisa membentuk keluarga yang SAMAWA. Tentunya untuk mendapatkan seorang pendamping hidup atau imam yang baik maka dibutuhkan Langkah-langkah yang bisa di tempuh demi mendapatkan imam atau calon suami yang baik untuk dapat membina rumah tangga

Berikut ini adalah sebuah artikel yang bagus untuk disimak yang insya Allah bisa menjadi bekal bagi para muslimah pada khususnya, juga seluruh muslimin dan muslimat dimanapun berada pada umumnya, mengenai apa yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan


1. Menentukan kriteria calon imam/pendamping (suami).

Utamakan lelaki yang agamanya baik
  • Bagaimana ibadah wajib laki-laki yang dimaksud ?.
  • Sejauh mana konsistensi & semangatnya dalam menjalankan syariat Islam.?
  • Bagaimana akhlaq & kepribadiannya ?
  • Bagaimana cara dia mencari nafkah?
  • Bagaimana lingkungan keluarga dan teman-temannya ?

Catatan :
Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan seorang wanita menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di akhirat .

Sekufu,  agar :
  • Memudahkan proses dalam beradaptasi.
  • Tapi ini tidak mutlak sifatnya, karena jodoh adalah rahasia Allah SWT.
  • Batasan-batasan siapa yang terlarang untuk menjadi suami (QS 4:23-24; QS 2: 221)
BACA JUGA:
2. Mengkondisikan orang tua dan keluarga , 

Kadang ketidaksiapan orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan. 

Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan, belum dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana) tetapi sudah akan menikah. 

Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar.

3. Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang dipercaya

Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-langkah menuju proses selanjutnya.

4. Taâ’ruf (Berkenalan)

Proses taâ’aruf sebaiknya dilakukan dengan cara Islami. Dalam Islam proses taâruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. 

Yang mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman 

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” QS 17:32).

Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Bila kita menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran Islami, maka semua proses yang menyertainya, seperti mulai dari mencari pasangan haruslah diupayakan dengan cara yang ihsan & islami.

5. Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait

Bila setelah proses tâ’aruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-pihak yang terkait.

6. Istikhoroh

Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan penghidupannya, 

Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.

7. Khitbah

Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah. Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan keluarga fihak wanita. 

Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin “(HR. Muttafaq alaihi).

Nah ituah hal penting yang harus di perhatikan ketika akan memilih calon imam atau pendamping. semoga setelah membaca ini anda jadi lebih mengerti dan mendapatkan calon pendamping yang baik


ARTIKEL LAINNYA:

Kisah Hudzaifah bin al-Yaman: Penjaga Rahasia yang Dipercaya Oleh Rasulullah.

6 Persiapan Pra Nikah Bagi Muslimah yang Harus Diketahui

Seorang muslimah sholihah yang mengetahui urgensi dan ibadah pernikahan tentu saja suatu hari nanti ingin dapat bersanding dengan seorang laki-laki sholih dalam ikatan suci pernikahan. Pernikahan menuju rumah tangga samara (sakinah, mawaddah & rahmah) tidak tercipta begitu saja, melainkan butuh persiapan-persiapan yang memadai sebelum muslimah melangkah memasuki gerbang pernikahan.

Nikah adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat penting, suatu mitsaqan ghalizan (perjanjian yang sangat berat). Banyak konsekwensi yang harus dijalani pasangan suami-isteri dalam berumah tangga. Terutama bagi seorang muslimah, salah satu ujian dalam kehidupan diri seorang muslimah adalah bernama pernikahan. 



Karena salah satu syarat yang dapat menghantarkan seorang isteri masuk surga adalah mendapatkan ridho suami. Oleh sebab itu seorang muslimah harus mengetahui secara mendalam tentang berbagai hal yang berhubungan dengan persiapan-persiapan menjelang memasuki lembaga pernikahan. Hal tersebut antara lain :

A. Persiapan spiritual/moral (Kematangan visi keislaman)

Dalam tiap diri muslimah, selalu terdapat keinginan, bahwa suatu hari nanti akan dipinang oleh seorang lelaki sholih, yang taat beribadah dan dapat diharapkan menjadi qowwam/pemimpin dalam mengarungi kehidupan di dunia, sebagai bekal dalam menuju akhirat. 

Tetapi, bila kita ingat firman Allah dalam Alqurâ’an 

Bahwa 

Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik. 

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….” (QS An-Nuur: 26).

Bila dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar dirinya menjadi sholihah terlebih dahulu. Untuk menjadikan diri seorang muslimah sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu agama, hiasilah dengan akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridhoNya. Dan media pernikahan adalah sebagai salah satu sarana untuk beribadah pula.

B. Persiapan konsepsional (memahami konsep tentang lembaga pernikahan)

Pernikahan sebagai ajang untuk menambah ibadah & pahala

Pernikahan sebagai wadah terciptanya generasi robbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah. Adapun dengan lahirnya anak yang sholih/sholihah maka akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya.

Pernikahan sebagai sarana tarbiyah (pendidikan) dan ladang dakwah. Dengan menikah, maka akan banyak diperoleh pelajaran-pelajaran & hal-hal yang baru. Selain itu pernikahan juga menjadi salah satu sarana dalam berdakwah, baik dakwah ke keluarga, maupun ke masyarakat.

C. Persiapan kepribadian

Penerimaan adanya seorang pemimpin. Seorang muslimah harus faham dan sadar betul bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru kita kenal, tetapi langsung menempati posisi sebagai seorang qowwam/pemimpin kita yang senantiasa harus kita hormati & taati. Disinilah nanti salah satu ujian pernikahan itu. 

Sebagai muslimah yang sudah terbiasa mandiri, maka pemahaman konsep kepemimpinan yang baik sesuai dengan syariat Islam akan menjadi modal dalam berinteraksi dengan suami.

Belajar untuk mengenal (bukan untuk dikenal). Seorang laki-laki yang menjadi suami kita, sesungguhnya adalah orang asing bagi kita. Latar belakang, suku, kebiasaan semuanya sangat jauh berbeda dengan kita menjadi pemicu timbulnya perbedaan. 

Dan bila perbedaan tersebut tidak di atur dengan baik melalui komunikasi, keterbukaan dan kepercayaan, maka bisa jadi timbul persoalan dalam pernikahan. Untuk itu harus ada persiapan jiwa yang besar dalam menerima & berusaha mengenali suami kita.

D. Persiapan Fisik

Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami ataupun isteri secara optimal. Saat sebelum menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. 

Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita yang dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak dikandung. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat.

E. Persiapan Material

Islam tidak menghendaki kita berfikiran materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan tetapi bagi seorang suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi. 

Dan bagi pihak wanita, adanya kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga. Insyallah bila suami berikhtiar untuk menafkahi maka Allah akan mencukupkan rizki kepadanya. 

Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah (QS. 16:72) ” 

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32)

F. Persiapan Sosial

Setelah sepasang manusia menikah berarti status sosialnya dimasyarakatpun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat. 

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu. Dan berbuat baiklah terhadatua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”Q.S. An-Nissa: 36).

Adapun persiapan-persiapan menjelang pernikahan (A hingga F) yang tersebut di atas itu tidak dapat dengan begitu saja kita raih. Melainkan perlu waktu dan proses belajar untuk mengkajinya. 

Untuk itu maka saat kita kini masih memiliki banyak waktu, belum terikat oleh kesibukan rumah tangga, maka upayakan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga kelak.

Semoga setelah membaca tulisan tersebut bagi yang belum mempumyai persiapan maka segera mempunyai persiapan sebelum menikah.

Beasiswa S2 Dalam Negeri Tahun 2016 Kemenkominfo

Tujuan Beasiswa

Meningkatkan kemampuan (capability) SDM aparatur pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha dan masyarakat di bidang Kominfo sesuai dengan standar kompetensi profesi sehingga dapat meningkatkan daya saing Bangsa Indonesia dalam bidang komunikasi dan informatika.



Sasaran

Tersedianya SDM yang handal dan profesional di bidang Komunikasi dan Informatika yang mampu mendorong pengembangan dunia usaha (industri), institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika sehingga menuju terwujudnya Masyarakat Informasi Indonesia yang sejahtera.

Persyaratan UMUM:
  1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada instansi pemerintah Pusat dan Daerah (Kecuali PNS pada instansi sektor pendidikan), Anggota TNI/Polri
  2. Berusia maksimum 37 Tahun saat mendaftarkan diri
  3. Berstatus PNS dan TNI/Polri aktif yang memiliki masa kerja minimum 2 tahun
  4. Mendapat izin dan rekomendasi dari pejabat yang berwenang (minimum Eselon II) di instansi yang bersangkutan untuk menjalani pendidikan
  5. Belum memiliki gelar dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2 dari lembaga lain
  6. Persyaratan lainnya mengikuti persyaratan masing-masing Perguruan Tinggi yang dipilih
  7. Persyaratan Khusus
  • Untuk Program S2 CIO, bidang atau jabatan kerja terkait dengan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di instansi yang bersangkutan
  • Untuk Program S2 Ilmu Komunikasi, bidang atau jabatan kerja terkait dengan komunikasi pemerintah atau pelayanan informasi publik atau kehumasan
  • Melampirkan Bukti bahwa yang bersangkutan menduduki tugas pada bidang tersebut
  • Berusia maksimal 37 tahun
Untuk Selengkapnya bisa menghunjungi situs kemenkominfo https://tpsdm.kominfo.go.id

Kisah Hudzaifah bin al-Yaman: Penjaga Rahasia yang Dipercaya Oleh Rasulullah

Namanya Hudzaifah bin al-Yaman, terkenal dengan julukan Shahibu Sirri Rasulillah (penjaga rahasia yang dipercaya oleh Rasulullah). Orangnya sangat disiplin dan teguh memegang rahasia. Siapa pun tidak akan bisa membujuk atau memaksanya untuk membuka rahasia. 

 Salah satu problem besar yang dihadapi oleh umat Islam di Madinah adalah keberadaan kaum munafiqin, yang secara sengaja menyebarkan isu-isu yang tidak benar terhadap Nabi dan kaum Muslimin. Mereka suka membuat intrik-intrik dan tipu muslihat yang menyulitkan kaum Muslimin.  

Rasulullah SAW tahu siapa saja mereka dan siapa tokoh-tokohnya, tetapi beliau tidak bisa mengumumkannya karena sehari-hari mereka menampilkan diri sebaimana orang-orang beriman lainnya, bahkan juga datang shalat berjamaah di masjid bersama Nabi-kecuali shalat Subuh dan Isya yang berat bagi mereka melakukannya. 



Nabi memberikan daftar nama-nama kaum munafiqin kepada Hudzaifah dan memintanya untuk merahasiakannya kepada siapa pun. Hudzaifah juga ditugasi mengawasi gerak-gerik dan kegiatan mereka untuk mencegah bahaya yang mungkin akan mereka timpakan kepada kaum Muslimin. Rahasia itu dipegang sangat erat oleh Hudzaifah sampai Rasulullah SAW wafat. 

Tatkala menjabat khalifah, Umar bin Khathab pernah bertanya kepada Hudzaifah apakah ada pegawainya yang munafik. Hudzaifah menjawab, ada satu orang, tapi dia tidak mau menyebutkan namanya. "Maaf wahai Amirul Mukminin, saya dilarang Rasulullah mengatakannya."

Hudzaifah bukanlah berasal dari Yaman walaupun bapaknya bernama al-Yaman. Bapaknya orang Makkah, dari Bani 'Abbas. Oleh karena suatu utang darah dari kaumnya, al-Yaman terpaksa menyingkir ke Yatsrib-yang kemudian bernama Madinah. Di Yatsrib, al-Yaman berlindung dan bersumpah setia pada Bani 'Abd Asyhal, sampai kemudian menikah dengan perempuan dari suku tersebut. Dari perkawinan itulah lahir Hudzaifah. Walaupun sering bolak-balik ke Makkah, al-Yaman lebih banyak menetap di Madinah. 

Dengan latar belakang orang tua seperti itu, tatkala pertama kali bertemu dengan Nabi di Makkah-sebelum beliau hijrah-Hudzaifah menanyakan apakah dia termasuk Muhajirin atau Anshar. Nabi menjawab: "Jika engkau ingin digolongkan kepada Muhajirin, engkau memang Muhajir. Dan, jika ingin digologkan kepada Anshar, engkau memang seorang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai." Sekalipun kedua-duanya disayangi oleh Rasulullah, ternyata Hudzaifah memilih digolongkan kepada Anshar. 

Kedua orang tua Hudzaifah sudah masuk Islam sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Dan, Hudzaifah pun sudah masuk Islam sebelum bertemu dengan Nabi. Setelah Nabi hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau, turut bersama Nabi dalam seluruh peperangan kecuali Perang Badar. Dalam Perang Khandaq, Hudzaifah mendapatkan tugas yang sangat berat dari Nabi. Tugas yang hanya dapat dilaksanakan oleh orang yang cerdas, tangggap, dan berdisiplin tinggi. 

Pada malam gelap gulita, Hudzaifah ditugaskan oleh Nabi masuk ke jantung pertahanan musuh, mengintai gerak-gerik mereka. "Hai Hudzaifah," kata Nabi. "Sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali melapor kepadaku."

Hudzaifah sukses menjalankan tugas itu. Dia bahkan bisa berada sangat dekat dengan Abu Sufyan, panglima perang musuh. Kata Hudzaifah: "Seandainya Rasulullah tidak melarangku melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, sungguh telah kubunuh Abu Sufyan dengan pedangku." Demikianlah sekelumit tentang Hudzaifah bin al-Yaman RA, sang penjaga rahasia. 

sumber:http: khazanah.republika.co.id

Al Biruny, Sosok Ilmuwan Muslim yang Ahli di Berbagai Bidang

Dalam torehan tinta emas sejarah, banyak sekali tokoh Ilmuan Muslim yang berhasil menelurkan karya-karya momumental. Tokoh-tokoh itu tak jarang menjadi “kiblat” ilmu pengetahuan dunia. Tak terkecuali Abu Raihan al-Biruni. Ilmuwan besar dan pakar astronomi abad ke-11, yang karyanya terbukti mengilhami banyak orang selama seribu tahun.

Tokoh yang lahir pada 4 September 973 M di kota Kath, Tajikistan, Asia Tengah ini, tumbuh dari keluarga yang sederhana. Namun, justru kesederhanaan inilah yang membuatnya sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan. Bila ia lahir dari keluarga kaya, mungkin saja ia “terninabobokan” oleh gemerlap dunia.

Al-Biruni sangat beruntung, karena ia hidup pada abad kesepuluh, yang beragam ilmu pengetahuan begitu mudah didapat. Salah satu tempat bersejarah yang mengantarkanya menjadi ilmuan besar adalah pusat lembaga pendidikan dan penelitian Bait al-Hikmah di Baghdad.



Para ahli sejarah menganggap bahwa Al-Biruni bisa menjadi ilmuan besar serta pakar astronomi pada masanya lantaran faktor bakat dan cintanya terhadap matematika dan astronomi sedari kecil. Namun di antara mereka masih banyak yang belum tahu siapa tokoh yang paling awal mempengaruhi kejeniusannya.

Adalah Abu Nashr Manshur bin Iraq (970—1036 M), ahli matematika dan astronomi dari Persia, tokoh pertama yang menyulut gairah al-Biruni dalam belajar astronomi.  Dengan memperluas karya al-Khwarizmi (780-850 M), yang juga pakar matematika dan astronomi, Abu Nashr berhasil memajukan trigonometri dan astronomi, dan kemudian menemukan rumus yang dikenal dengan “hukum sinus”. Sesudah itu, barulah al-Biruni melanjutkan estafet keilmuan tersebut, memberi sumbangsih terbesar pada zamannya.


Maha Karya
Al-Biruni memang telah sukses menyumbangkan pemikirannya terhadap dunia baik secara kuantitas mapun kualitas. Secara kuantitas, ia berhasil melahirkan karya sebanyak hampir 200 buku. Karyanya meliputi ilmu matematika dan astronomi, ilmu geografi, ilmu alam dan fisika, dan ilmu filsafat dan agama (hlm. 39-48). Namun, sungguh disayangkan, bila banyak dari karyanya yang dinyatakan “hilang”. Maka dari itu, para peneliti mungkin hanya bisa menikmati sedikit dari “percikan pemikiran” tokoh ini.

Sedangkan secara kualitas, sebenarnya tidak ada buku al-Biruni yang tidak berbobot. Tapi, seperti halnya tokoh-tokoh lain, al-Biruni juga memiliki karya terbaik. Pertama, “Kitab Sisa Pengaruh Masa Lalu”. Dalam bukunya itu ia meneliti semua cara mengukur waktu dan mengembangkan cara baru yang lebih akurat melalui cahaya matahari, bayang-bayang dan geometri yang rumit. Dengan metode ini, ia berhasil menentukan panjang siang dan malam, bulan kamariah, dan tahun syamsiah yang universal.


Karya terbesarnya itu tadi sejatinya berangkat atas kegelisahannya terhadap para sejarahwan yang kebingungan dalam melacak serangkaian peristiwa sejarah lintas daerah, yang  masing-masing kebudayaan punya sistem kalender sendiri. Maka, karya al-Biruni ini berhasil memberikan jawaban atas kebingungan para sejarahwan.


Keteladanan
Al-Biruni memang merupakan sosok yang mementingkan ilmu lebih dari apapun. Sebab itu, ia membujang seumur hidup. Bahkan dalam kondisi yang tidak memungkinkan—karena ajal sudah dekat—dia masih bersikukuh untuk tetap belajar dan berkarya. Adalah “Kitab Bahan Obat” karya terakhir ilmuan ini.

Bahkan, ketika sekarat, al-Biruni meminta Faqih Abul Hasan, seorang pakar hukum Islam, untuk mengisahkan suatu cerita. Maka Faqih itu menyanggupinya dan menceritakan suatu kasus hukum korupsi yang menyeret Jadat al-Fasidah. Al-Biruni mengingat cerita itu lalu mengulanginya. Tak lama, ia pun wafat.