Inilah 4 Waktu yang Disunnahkan Sujud Syukur

Sujud Syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapatkan nikmat, seperti lahirnya seorang bayi dan mendapatkan harta atau terhindar dari suatu bencana, seperti selamat dari tenggelam dan dari reruntuhan. Hukum sujud syukur adalah sunat berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakroh ;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرُ سُرُورٍ - أَوْ: بُشِّرَ بِهِ - خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ

“Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila datang kepadanya suatu perkara yang menyenangkan, beliau langsung bersungkur bersujud” 

Begitu juga disunatkan mengerjakan sujud syukur saat seseorang melihat orang yang sedang mendapat cobaan yang berat, seperti orang yang menderita penyakit kronis Dianjurkan pula melakukan sujud syukur ketika melihat orang yang melakukan kemaksiatan, sebab musibah dalam agama itu lebih pedih dari musibah dunia.Imam Hakim dan Imam Baihaqi meriwayatkan ;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصَرَ رَجُلًا بِهِ زِمَانَةٌ فَسَجَدَ

“Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melihat seorang lelaki yang menderita zamanah (penyakit kronis atau cacat), beliau bersungkur bersujud” 

WAKTU PELAKSANAAN SUJUD SYUKUR

Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa waktu pelaksanaan sujud syukur itu tidak tertentu, asal tidak dikerjakan saat sholat. Apabila dikerjakan saat sholat, maka sholatnya batal. Secara rinci sujud syukur dilakukan pada saat dibawah ini :

1. Mendapatkan kenikmatan, baik baginya, atau anaknya, atau orang mukmin secara keseluruhan. 

Contoh ; Lahirnya anak, mendapatkan hadiah, jabatan baru, datangnya orang yang lama dinanti, sembuh dari penyakit, dll.

2.  Terhindar dari mara bahaya atau musibah, 

seperti ; Selamat dari kebakaran, tenggelam atau mendapatkan pertolongan dari aniaya musuh. 

3. Melihat orang yang terkena cobaan maupun musibah secara fisik atau mental.

4. Melihat orang melakukan kemaksiatan secara terang-terangan meskipun bukan dosa besar.


Adapun tujuan dari dianjurkannya melakukan sujud syukur adalah sebagai wujud rasa syukur atas ni'mat yang diberikan Alloh, baik nikmat jasmani atau rohani. Sedangakn tujuan disunnahkannya sujud ketika melihat orang yang terkena cobaan atau melakukan maksiat adalah sebagai bentuk rasa syukur terhadap Alloh yang telah mentakdirkannya tidak melakukan maksiat seperti yang dia lihat yang merupakan suatu musibah besar dalam agama, dan madlorotnya atau petakanya lebih besar. Sujud disini sunnah diperlihatkan pada pelaku maksiat tersebut, dengan harapan agar pelaku tersebut tersentuh nuraninya sehingga mau bertaubat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »