Wajib Ditiru ! Etika Dagang Bisnis Sukses Ala Rasulullah

Cara tips kiat agar bisnis dan berdagang menjadi sukses dan berhasil maka tirulah akhlak dagang bisnis Rasulullah SAW. Buku sejarah mengatakan Muhammad muda adalah pedagang jujur dan sukses jauh sebelum jadi nabi. Ini kuncinya.

Maka dari itu, sesuai tradisi Arab yang berpatokan pada hukum "percaya setelah muamalah", orang Arab begitu percaya kepada beliau karena kejujuran dalam berdagang. Kata Kuncinya adalah, sekali lagi, "percaya setelah muamalah" atau percaya setelah melakukan transaksi dagang/uang.

Dagang adalah satu diantara tegaknya agama dan dunia. Nasr bin Yahya berkata, Telah sampai kepada kami sebagian nasihat para ahli ilmu, “Tak akan tegak agama dan dunia, kecuali dengan empat perkara : ulama, umara (pemimpin), prajurit, dan pengusaha (Dagang).”



Adab Akhlak Dagang Bisnis Sukses Rasulullah

Kesuksesan Bisnis Rasulullah


Ajaran Islam sangat memotivasi seseorang untuk bekerja atau berusaha dan menentang keras untuk meminta-minta (mengemis) kepada orang lain. Islam tidak membolehkan kaum penganggur dan pemalas menerima shadaqah tetapi orang tersebut harus didorong agar mau bekerja dan mencari rezeki yang halal.


BACA JUGA:




Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,
"Bila seseorang meminta-minta harta kepada orang lain untuk mengumpulkannya, sesungguhnya dia mengemis bara api. Sebaiknya ia mengumpulkan harta sendiri."
(H.R. Muslim).

Selain itu, Islam juga sangat menghargai orang-orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah mencium tangan sahabat Saad bin Muadz Al-Anshari yang gosong tersengat matahari, kering kerontang dan kasar. 

Sahabat yang lain pun bertanya, kenapa baginda Rasulullah SAW melakukan hal itu. Rasulullah SAW pun menjelaskan bahwa tangan itu tidak akan disentuh oleh api neraka, tangan itu adalah tangan yang dicintai Allah Swt dan Rasulnya karena tangan itu digunakan untuk bekerja keras menghidupi keluarganya.

Sebagai calon seorang Rasul, beliau telah menunjukkan keluhuran akhlak sejak usia belia dan ini beliau terapkan dalam bisnis. Sifat kejujuran yang terlihat dari kepribadian beliau membuat masyarakat percaya terhadapnya. 

Bahkan An-Nashr bin Al-Harits musuhnya pernah menyaksikan dan dan mengakui kejujuran beliau dengan berkata “semasa dia muda kami suka kepadanya lantaran dia jujur, paling lurus perkataannya dan paling setia memegang janji. Oleh karena itu, penduduk Makkah memberi gelar untuknya dengan gelar Al-Amin.

Berkaitan dengan keluhuran akhlak Rasulullah, Muhammad Syafi’i Antonio dalam bukunya berjudul “Teladan Bisnis Rasulullah” berkata bahwa Rasulullah Saw telah memberikan contoh pola bisnis yang luhur. Beliau mencontohkan bahwa kepercayaan (trust) adalah modal yang paling berharga dalam usaha. Dengan modal kepercayaan inilah Rasulullah membangun kesuksesan bisnisnya.

Kepercayaan ini beliau peroleh karena keluhuran akhlaknya. Salah satunya adalah kejujuran beliau dalam berdagang. Berbicara mengenai kejujuran yang dipraktekkan Rasulullah dapat kita lihat sewaktu beliau menjualkan barang dagangan Khadijah, barang-barang yang dijualnya amblas terjual. 

Dan, ternyata salah satu kuncinya adalah kejujuran. Pada waktu itu berdagang dengan kejujuran dan keterbukaan sangat langka didapat. Dan Rasulullah memulai dengan caranya sendiri. Walhasil, dengan kejujuran itu banyak yang suka membeli barang dagangannya.

Berikut beberapa contoh keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam berdagang dan berbisnis seperti informasi yang dilansir dari Islampos antara lain adalah sebagai berikut :

Jujur

Menjaga kejujuran akan memberikan keberkahan dalam usaha bisnis dan berdagang itu sendiri. Jujur adalah mata uang yang berharga dan berlaku dimana-mana. Begitulah menurut kata bijak yang sering kita dengar. 

Kejujuran didalam berdagang akan memberikan keberkahan kepada penjual dan pembeli. Kejujuran adalah akhlak para nabi dan rasul. Semoga kita dimudahkan untuk senantiasa jujur.

“Penjual dan pembeli boleh meneruskan/memutuskan transaksi selama belum berpisah. Jika keduanya jujur, keduanya akan diberkahi. Namun, jika keduanya berdusta dan saling tertutup., hilanglah berkah jual beli keduanya.” (Muttafaq “alaihi).

Jangan Menipu Dan Curang

Menipu didalam perdagangan akan merugikan konsumen pembeli dan juga akan mampu menghilangkan tingkat kepercayaan konsumen kepada penjual. Semoga Allah jauhkan dari sifat ini.

Jangan Mengurangi Takaran

Marilah kita renungkan sejenak betapa keuntungan yang tidak seberapa dan kita berlaku curang itu tidak sebanding dengan beratnya hukuman yang kita terima di akhirat kelak. Oleh karenanya takarlah sesuai takaran, dan takarlah dengan baik serta janganlah mengurangi takaran.

“Celaka bagi orang-orang yang mengurangi takaran.” (QS. Al-Muthaffifin : 1)
Jangan Mendekati Riba

Teriring doa, semoga keluarga kita dijauhkan oleh Allah dari riba baik dalam praktiknya maupun debu ribanya. Riba itu dosanya lebih berat dari pada 36 kali berzina dan bisa menghilangkan indahnya keberkahan.

“Satu dirham hasil riba yang dimakan seseorang, padahal ia tahu lebih berat dosanya dari pada 36 kali berzina.” (HR. Ahmad)

Bersikap Terbuka Dan Toleransi

Sikap keterbukaan dan toleransi didalam perdagangan adalah sikap yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang dari Allah. Semoga kita bisa meraihnya.

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang bersikap penuh toleransi ketika menjual, membeli, dan menagih hutang.” (HR. Bukhari)

Menjauhkan Diri Keluarga Dari Harta Haram

Teriring doa, semoga keluarga kita dijauhkan dari harta yang haram, dimudahkan dalam menjemput rejeki harta yang halal, dan dimudahkan didalam menginfakkan harta yang halal tersebut serta senantiasa diliputi oleh keberkahan dari harta yang halal.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »